berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar

Mat.13:1-9

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------           

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong Lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. KataNya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga hendaklah mendengar!”

 

Renungan  

           Pada dasarnya orang yang sukses adalah mereka yang tidak pernah menghindari kesulitan dan tantangan. Mereka tetap gigih berjuang untuk mencapai keberhasilan. Begitu pula dalam hidup ini, kita tidak pernah dapat menghindari kenyataan hidup. Saat kita mengalami beban hidup yang berat, sepertinya hal itu membuat kita ingin lari dari kenyataan hidup yang ada. Namun pada kenyataannya dalam perjalanan hidup ini, kita tidak dapat menghindari masalah, pergumulan, ataupun tantangan sebab semua itu akan terus kita hadapi.  Setiap persoalan yang kita hadapi itu bukanlah hal yang buruk, melainkan sebuah latihan untuk melatih iman kita agar semakin bertumbuh kuat di dalam Tuhan.

            Pada umumnya kita ingin lari dari sebuah proses. Padahal selama kita hidup, proses itu senantiasa ada. Tujuan proses adalah untuk semakin memurnikan kita dan membuat hidup kita semakin indah di hadapan Tuhan. Bahkan lewat proses, Tuhan ingin memperbaiki karakter kita yang tidak berkenan kepada-Nya. Percayalah bahwa tidak ada rancangan Tuhan yang buruk bagi kita. Oleh sebab itu ketika mengalami proses kita harus bertahan dan tetap setia.

            Kita harus tetap maju dan kuat dalam menjalani hidup ini, jangan pernah menghindari kenyataan yang ada. Mari dalam hidup ini kita boleh menjadi bijaksana dengan selalu dapat menghadapi setiap kenyataan apakah baik atau buruk sebab segalanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita sebab Tuhan senantiasa memiliki rencana yang terbaik. Demikian yang dilakukan Bapa Fransiskus, hatinya bersorak gembira dalam Tuhan begitu rupa. Sehingga tubuhnya yang lemah menjadi kuat dan dengan senang menanggung bagian Tuhan apa saja yang berat dan pedih. Ia pun bersyukur kepada Allah karena Ia mengubah yang pahit rasanya menjadi manis bagi dirinya dan dengan banyak cara meneguhkan dirinya. 

Sumbangan dari SMA Marsudirini Matraman

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar