Jurus Mencuri Perhatian Siswa (part 3)

Setiap acara TV pasti memiliki soundtrack atau gambar tertentu sebagai ciri khasnya. Saat musik atau gambar itu muncul maka kita tahu apa yang akan segera disajikan. Penyiar tidak perlu lagi mengatakan atau menjelaskan acara apa yang akan disajikan. Hati kitapun langsung berdebar-debar penuh gairah saat menantikan acara yang kita sukai dan selalu ditunggu-tunggu. Kita akan segera berlari dan menghentikan seluruh aktivitas untuk kemudian duduk dengan tenang di depan TV.

Bagaimana Yesus mengkondisikan para pendengar-Nya agar siap mendengarkan pengajaran-Nya? Tanda-tanda apa yang menjadi ciri khas bahwa Yesus mau memulai pengajaran-Nya? Lukas melukiskan hal ini dengan sangat indah. Kita lihat Luk. 4:16-22:

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajarmereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.

Apa yang digambarkan St. Lukas di atas sungguh sangat terinci untuk menunjukkan bagaimana cara Yesus dalam memulai pengajaran-Nya. Yesus menunjukkan bagaimana cara memulai proses pengajaran yang baik dan efektif. Yesus tidak serta-merta memulai pengajarannya begitu memasuki rumah ibadat. Tetapi yang dilakukan-Nya sesaat setelah masuk adalah kemudian  berdiri dan berjalan menuju ke atas mimbar  hendak membaca  alkitab. Nampaknya pejabat bait Allah tahu apa yang diinginkan dan yang akan Yesus lakukan. Terbukti  pejabat bait Allah itu kemudian memberikan kepada-Nya Alkitab. Pada tahab awal ini, Yesus, telah berhasil mencuri perhatian dari para pendengar-Nya. Mereka sudah memahami apa yang akan Yesus lakukan.

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar. Kiranya kisah ini cukup jelas. Yesus tidak serta merta mengajar tanpa mempersiapkan para pendengarnya untuk memusatkan perhatiannya. Dengan sangat dramatis Yesus menutup kitab, mengembalikan kepada pejabat bait Allah, untuk kemudian duduk. Saat mata semua orang yang hadir tertuju kepada-Nya, barulah Yesus mulai mengajar.

Inilah bagian terpenting dalam memulai proses belajar mengajar. Sebagai menejer yang akan memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam belajar, guru harus menjadi pusat perhatian terlebih dahulu. Karena guru akan memberikan instruksi atau penjelasan awal apa yang akan siswa lakukan hari ini. Disarankan bapak ibu guru untuk berdiri di depan kelas saat menyampaikan salam kepada para siswa. Dengan berdiri di depan kelas maka semua siswa dapat melihat Anda dan Anda pun dapat melihat semua siswa. Yakinkan diri Anda bahwa semua siswa sudah menjawab salam Anda. Jika belum ulanglah  sekali lagi sampai semua siswa menjawab. Dengan menjawab salam ini menunjukkan bahwa perhatian siswa sudah tertuju kepada Anda. Yakinkan bahwa semua mata sudah tertuju kepada Anda. Setelah Anda yakin, silahkan dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dan seterusnya. Ketika Anda memulai pelajaran dengan satu keyakinan bahwa semua siswa sudah memperhatikan Anda maka yakinlah pelajaran akan berlangsung dengan efektif dan efisien. Silahkan mencoba.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar