"Setiap Orang Yang Mau Mengikut Aku, Ia Harus Menyangkal Dirinya"

Mat. 16:24-28

-----------------------------

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Renungan

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Memang benar apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia yang berarti memperoleh harta kekayaan, kepopuleran, kedudukan, kekuasaan, martabat dan hal-hal duniawi lainnya bila kita tidak memperoleh kebahagiaan abadi di sorga? Yang duniawi hanya sementara saja. Waktunya tidak lama. Sedangkan hidup setelah kematian jasmani abadi sifatnya. Haruskah kita mengalahkan kehidupan abadi untuk kehidupan duniawi yang sesaat saja?

Suster, ibu bapak dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, pengakuan akan hak milik menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan kita. Maka ketika memiliki tanah kita perlu mencatatkan di dinas pertanahan agar kita memiliki sertifikat. Sepeda motor atau mobil perlu disertai dengan BPKB. Bahkan penemuan-penemuan yang kita lakukan pun perlu di hak patenkan. Manakala bukti hukum kepemilikan yang sah sudah kita miliki, maka kita menjadi tenang.

Kesadaran bahwa segala sesuatu yang ada pada kita adalah milik Allah sangatlah  penting. Injil hari ini mengatakan, Tuhanlah pemilik semuanya, juga nyawa kita. Segala sesuatu yang kita punya datangnya dari Tuhan; kita hanya mengelola, dan seharusnya menggunakan dengan bijaksana. Hal ini nampak jelas dari ungkapan yang Yesus sabdakan, “Barang siapa mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Yesus setia dan taat  sampai mati untuk melaksanakan kehendak Allah Bapa, maka Ia memperolehnya kembali. Dengan demikian kalau kita ingin memperoleh hidup, maka kita pun harus mengikuti Yesus. Syarat mengikuti Dia adalah selalu bersatu dengan-Nya. Ditandai dengan menyangkal diri, sehati, sepikir dengan-Nya untuk keselamatan sesama manusia.

Orientasi Yesus adalah keselamatan umat manusia. Dengan demikian kita diminta untuk berani mengalami penderitaan dan kesulitan hidup sebagaimana yang dialami  Yesus. Kita mesti berani berkorban untuk keselamatan orang lain. Disinilah makna kemuridan kita akan diuji dan terus diasah. Baik kalau kita belajar dari teladan Ibu Magdalena Daemen.

Wejangan Ibu Magdalena Daemen: Cinta Sejati ikut merasakan kebahagiaan dan kemalangan orang lain. Orang yang dijiwai oleh kasih sayang ini bergembira atas kebaikan yang ia lakukan dan berdoa bagi kesejahteraan sesama, baik rohani maupun jasmani mereka.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar