Iman sebesar biji sesawi

Hab 1: 12-24 Sabtu,                                                                                                                   9 Agustus 2014 Mat. 17: 14-20 --------------------

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus sabar terhadapa kamu? Bawalah anak itu kemari!” Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, “mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka, “karena kamu kurang percaya. Sebab aku berkata kepadamu, sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana,--maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”

Renungan

“Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?” Hardikan Yesus ini kiranya juga ditujukan kepada kita saat ini. Seringkali kita tidak yakin dengan kuasa Yesus yang sanggup melakukan segalanya. Tidak jarang kita meragukan kuasa Yesus yang memang sangat besar. Dan bahkan kita juga terlalu sering berkata “Ah itu mustahil.” Hal-hal seperti itu yang menghambat karya penyelamatan Tuhan dalam kehidupan umat manusia. Kita perlu menyadari dan menyakini bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan sanggup melakukan segala perkara, baik yang besar maupun yang kecil, Tuhan sanggup menyelesaikan segala persoalan yang kita alami. Kita harus belajar lebih yakin kepada kuasa dan kebesaran Tuhan. Kita tentu tidak ingin kalau berkat bagi kita akan terhambat karena kurangnya keyakinan kita. Tidak jarang kita kurang teguh, kita kurang percaya. Kuasa Tuhan sangat besar, melebihi kuasa roh-roh jahat. Padahal dunia kita sekarang ini dipenuhi banyak roh jahat yang bergentayangan di sekitar kita. Mereka sangat cerdik. Tidak jarang ini menumpang ataupun menyusup dalam hal-hal yang sebenarnya baik. Dunia internet misalnya. Para pelajar, juga kita semua dapat belajar banyak hal. Kepada Eyang Google dan Tante Yahoo kita dapat bertanya apa saja. Dunia pengetahuan terbuka lebar di sana. Tidak dapat dipungkiri, kehadiran dunia maya ini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Hanya saja roh jahat pun ikut nimbrung. Banyak situs-situs yang justru dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiawian kita. Secara sistematis nilai-nilai kasih, patuh dan hormat kepada guru atau kepada orang tua, etika profesi juga ikut dijungkir balikan, dihancurkan. Dengan demikian dalam menghadapi dunia yang semacam ini, kita membutuhkan sensor yang akan selalu mengingatkan kita untuk dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidup kita. Sensor itu adalah iman yang teguh. Iman yang teguh hanya dapat dibangun lewat kehidupan doa yang selalu dikembangkan. Marilah kita merubah keragu-raguan kita terhadap Tuhan dengan keyakinan yang penuh. Agar karya penyelamatan Tuhan dalam hidup kita semakin nyata. Karya penyelamatan Tuhan tidak akan terhambat lagi oleh keragu-raguan yang timbul dari hati kita. Marilah Berdoa : “Tuhan, berikanlah kepada kami keyakinan yang teguh atas kuasaMU, dengan terang Roh Kudus MU iman dan keyakinan kami akan semakin teguh, Amin.”

Sumbangan dari SD Tunas Keluarga Mulia Tanjung Priok

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar