"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku"

Why. 11:19a                                                                                                                                                                    Minggu , 10 Agustus 2014

Luk. 1:39-56

-----------------

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan

Ada suatu kisah yang layak kita renungkan bersama,

Seorang pemuda tersesat di sebuah hutan dan terpisah dari rombongannya. Pada waktu berjalan, ia terperosok ke jurang yang sangat terjal. Beruntung ia masih sempat memegang sebuah akar pohon yang sangat besar.  Hari mulai gelap, pemuda itu lalu berdoa, “Tuhan kirimkan malaikat untuk menolong saya.” Sayangnya, yang muncul bukan malaikat melainkan Roh Kudus yang berbicara dalam hatinya; “Beriman dan berserahlah, lepaskan peganganmu.” Akan tetapi ia berpikir tidak mau mati konyol, maka ia tetap bergantung pada akar pohon itu dan tidak melepaskan pegangannya hingga matahari terbit.  Ketika hari sudah terang, ia bisa melihat ke atas, dan ia sangat bersyukur kepada Tuhan..., ratusan meter jauhnya!  Kemudian ia melihat ke bawah, ia lebih terkejut lagi. Ternyata, jarak kakinya dengan tanah kurang lebih hanya 50 cm.

Dari cerita di atas kita dapat menangkap suatu pesan, betapa pentingnya belajar beriman; artinya berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan dalam segala keadaan dan situasi hidup kita. Seringkali dalam keadaan sedih, gundah atau susah kita memberondong Tuhan dengan permohonan, dan berharap supaya segera dikabulkan. Tidak jarang karena terpaku dengan permohonan kita maka kita tidak mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan pertolongan dalam bentuk lain yang lebih baik.

Belajar dari Ibu Maria, Ibu Yesus dan Bunda Gereja; beriman memang merupakan suatu proses. Namun kiranya tidak terlalu lama jika kita belajar taat, tetap bertekun dan setia dengan keterbukaan hati. Maria sudah mengambil bagian yang tepat dalam hal ini. Ia berdoa  dan rajin bekerja mengambil peran sebagai Ibu Penebus, sebagai bentuk persembahan hidupnya kepada Allah. Oleh karena itu, Maria dapat mengungkapkan rasa syukurnya dalam madah pujian kepada Allah. Marilah kita belajar dari padanya. Tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau berusaha.

Pesan Ibu Magdalena :   BERSYUKUR adalah persembahan paling jitu, karena dengan demikian kita mengakui KETERGANTUNGAN KITA KEPADA KEBAIKAN DAN KERAHIMAN ALLAH.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar