"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ket

Yeh. 1:2-5;24-2:1                                                                                     Senin, 11 Agustus 2014.

Mat 17:22-27

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Renungan

Membaca dan merenungkan Injil hari ini, kita diingatkan makna mendalam akan kehadiran Yesus di dunia. Teristimewa dalam hidup kita secara pribadi. Sebagai pengikut, murid atau rasul Yesus kita diingatkan bahwa kita tidak lepas dari salib. Pada dasarnya salib dapat dimaknai berbeda oleh setiap orang, termasuk  bagaimana cara memanggulnya. Ada yang memanggulnya dengan tenang,dan ringanlah salib yang panggulnya. Tetapi ada juga yang memanggul dengan penolakan dan amarah. Akibatnya salib yang dipanggulnya semakin terasa berat.Satu hal yang pasti, bahwa apa yang harus kita tanggung dalam hidup ini tidak akan melebihi batas kemampuan kita. Tuhan sungguh mengerti dan mengenal kita masing-masing. Sekarang  tinggal kita sendiri. Sudah sungguh terbukakah hati kita akan kehadiran, pemeliharaan dan penyelenggaraan kasihNya?

Dunia yang kita diami ini menawarkan aneka kesenangan dan kenyamanan yang bisa diperoleh secara instan. Hal ini seolah-olah mengabaikan nilai dari kerja keras dan jerih  payah. Mental enak, cari gampang, lekas putus asa, menghalalkan segala  cara untuk mendapatkan  apa  yang  diingini, korupsi,  merampok, mencuri  semakin  menjadi-jadi.  Dalam injil tadi Yesus  tidak langsung  saja memberikan  empat dirham  kepada Petrus   agar membayar pajak bagi mereka, padahal  Yesus  dengan  kuasa   Ilahi-Nya  bisa melakukan itu  secara ajaib.

Yesus  tetap   menghargai  nilai usaha, proses manusia dan jerih payah untuk mendapatkan hasil, sehingga ia menyuruh Petrus memancing ikan sebagaimana pekerjaannya sebagai nelayan. Tuhan akan menyempurnakannya dengan berkat yang tak terduga empat dirham pun didapat dari sana. Hanya dengan kuasaa Allah sajalah kita mampu melakukan itu.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita menghargai proses, usaha keras dan pekerjaan harian kita dalam mendapatkan apa yang kita inginkan? Ataukah bermental enak, lekas menyerah dan suka mencari jalan pintas yang tidak kristiani dan tidak ilahi sifatnya?

Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah aku kekuatan agar mampu menanggung penderitaan dalam mengikuti Engkau dan dalam menjalani hidup di dunia ini. Amin.

 

Sumbangan dari SD Tunas Keluarga Mulia Tanjung Priok

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar