"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

Yeh 2:8 - 3:4                                                                                                                                                                       Selasa, 12 Agustus 2014

Mat 18:1-5,10,12-14                                     

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Renungan

Apa sih yang paling menonjol dari sikap seorang anak? Benar kepolosan dan ketulusannya.Apa yang dilakukan, apa yang dikatakan seorang anak, itulah yang ada dihatinya. Sikap yang keluar dari hati yang tulus pastilah akan menyentuh dan sangat mengesan. Sikap seorang anak juga menunjukkan keterbukaan hatinya untuk kehadiran orang yang lebih dewasa. Ia sadar bahwa ia memerlukan kehadiran orang lain untuk hidupnya. Ia tidak dapat mengandalkan kemampuannya sendiri. Maka Yesus menunjuk anak kecil sebagai yang empunya Kerajaan Surga.

Suster, ibu, bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, pada jaman sekarang ini, ukuran Apakah yang biasanya dipakai unutk menilai kebesaran atau kehormatan seseorang? Pada umumnya kehormatan atau kebesaran seseorang diukur dari jabatannya. Sebab jabatan menunjukkan kekuasaan yang dimilikinya. Maka tidak heran kalau orang getol unutk meraih jabatan yang akan menaikkan gengsinya. Tidak jarang jabatan itu dicapai dengan berbagai cara yang kadang menghancurkan kehidupan sesamanya atau bahkan dirinya sendiri.

Yesus mengajarkan nilai-nilai universal tentang bagaimana menjadi orang “besar”. Bukan dengan kekuasaan atau jabatannya, melainkan dengan melayani tanpa pamrih, sikap mau mendengarkan orang lain dan menyadari diri sebagai orang berdosa. Seperti seorang anak kecil yang rendah hati, yang hatinya terbuka pada kasih dan kebaikan Tuhan dan sesamanya. Orang-orang seperti inilah, menurut Yesus, akan memiliki Kerajaan Allah. Sebaliknya, orang-orang yang sombong, bermental boss, merasa diri hebat karena posisi atau jabatannya, yang tidak menyadari kesalahan dan dosanya tetapi suka mengungkit-ungkit kelemahan orang lain, suka mencari kambing hitam dan mencari-cari kesalahan orang lain, adalah tipe dasar orang yang tidak akan memiliki Kerajaan Allah. Semoga kita bisa menjadi seperti anak kecil dengan sikap rendah hati dan mau terbuka untuk saling berbagi kasih kepada yang lain.

Marilah berdoa :Tuhan Yesus, semoga aku diberi rahmat seperti anak kecil, memiliki kerendahan hati, mau mendengarkan orang lain, dan setia melayani sesama. Amin.

Sumbangan dari SD Tunas Keluarga Mulia Tanjung Priok

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar