"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni"

Yeh. 12:1-12                                                                                                                                                                        Kamis 14 Agustus 2014

Mat 18: 21-19:1

---------------------                                               

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu. Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Renungan.

Hari ini bangsa Indonesia memperingati hari Pramuka. Pramuka adalah salah satu aktivitas yang baik dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan antara lain bagaimana menghormati, bekerja sama, saling menolong, serta memaafkan kesalahan orang lain.

Perumpamaan Yesus hari ini mengajak kita untuk selalu mengampuni/memaafkan kesalahan sesama kita, sama seperti Kerahiman dan belas kasih Allah kepada kita. Hal pengampunan, diibaratkan oleh Yesus seperti seorang pelepas hutang. Pelunasan hutang hanya terjadi karena si peminjam dengan terbuka dan rendah hati mau memohon kepada si empunya. Melalui bacaan ini kita juga belajar bahwa sesulit-sulitnya minta maaf masih lebih berat memaafkan. Orang hanya bisa memaafkan kesalahan orang lain kalau dia sudah mampu berdamai dengan dirinya sendiri.

Saat ini sering kita dengar terjadinya tawuran antar pelajar, perang antar suku, bahkan antar negara. Sikap saling membenci, egois, ingin menguasai, dendam nampaknya sudah meracuni hati dan pikiran kita. Tak ada lagi kasih sayang dan pikiran jernih ketika kuasa-kuasa kegelapan mulai bekerja dalam diri kita. Hari ini Yesus mengajak kita agar berani melakukan perubahan. Sebagai murid-murid-Nya kita diajak untuk selalu memberikan kasih sayang, pelayanan, dan pengampunan kepada sesama.

Marilah berdoa :

Tuhan, berilah kami kerahiman Ilahi-Mu dan belas kasih-Mu agar kami mampu mengampuni kesalahan sesama dengan setulus hati.

 

Sumbangan dari SD Tunas Keluarga Mulia Tanjung Priok

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar