RETRET GURU SMA-SMK YAYASAN MARSUDIRINI

BERGEMBIRALAH

Salomo menulis serangkaian hikmat mengenai hati yang gembira. Salah satunya adalah ayat bacaan hari ini: "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat." (Amsal 15:13). Hati yang dipenuhi sukacita akan selalu membuat kita kelihatan ceria, sedangkan keluhan-keluhan akan mematahkan semangat kita.

Salomo berkata: "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta." (Amsal 15:15) Bagaimana tidak buruk? Orang yang bersungut-sungut dan dipenuhi keluhan tidak akan bisa merasa senang dan bahagia. Tidak saja akan membuat perasaannya menjadi semakin tidak baik, tapi juga akan mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Istri/suami, anak, orang tua, saudara, teman, tetangga, dan lain-lain, semua bisa kena getahnya. Padahal mereka tidak punya salah apa-apa. Dan ketika hati hanya dipenuhi amarah, kekesalan dan keluhan, semuanya pun terasa buruk.

Lalu Salomo mengingatkan lagi: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22). Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 9 dari 10 penyakit disebabkan oleh pikiran. Dan benarlah apa yang dikatakan Salomo, hati yang gembira merupakan obat yang manjur, tapi semangat yang patah (bandingkan dengan Amsal 15:13 diatas) akan mendatangkan penyakit, atau membuat kita terlihat jauh lebih tua sebelum waktunya.

Ada Tuhan Yesus yang meringankan beban kita dan memberi kelegaan. (Matius 11:28). Ketika Anda merasa beban pekerjaan menyita begitu banyak waktu Anda dan membuat Anda begitu letih, segera arahkan pikiran anda untuk melihat dari sudut pandang bahwa semua pekerjaan itu adalah berkat dari Tuhan, yang dipercayakan pada anda sesuai talenta yang telah Dia anugrahkan.

Jangan fokus pada keletihan dan kesusahan anda dalam menyelesaikan pekerjaan. It's a blessing from God, sesuatu yang seharusnya kita syukuri dan bukan malah membuat kita dipenuhi keluh kesah. Daud mengalami banyak permasalahan dalam hidupnya, tapi Dia tetap fokus kepada rasa syukur pada Tuhan ketimbang tenggelam dalam permasalahannya. "dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." (Mazmur 37:4).

Anda sekalian yang mungkin sedang merasakan kelelahan dalam pekerjaan juga untuk bersama-sama dengan saya mengembalikan kegembiraan dalam hati Anda. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4). Gembira itu menyehatkan dan membuat awet muda. Gembira datang dari rasa syukur. ”Rasa terima kasih adalah kunci menuju hidup bahagia, karena jika kita tidak berterima kasih, maka seberapa pun yang kita miliki, kita tidak akan bahagia – sebab kita selalu ingin sesuatu yang lain atau sesuatu yang lebih terus.”(David Steindl Rast). ”Kebahagiaan laksana kupu-kupu, dimana ketika anda berusaha meraihnya, ia akan semakin menjauh dari jangkauan anda. Namun, ketika Anda duduk dengan tenang, ia akan menghampiri Anda.”(Nathaniel Hawthorne) Bergembiralah senantiasa. Inilah sebagian materi retret SMA-SMK yayasan Marsudirini yang berlangsung pada tanggal 7-9 Agustus 2014.

Proficiat untuk Kelompok SMA-SMK.

-        Kelompok SMA Sedes Sapientiae dan SMA Virgo Fidelis dibimbing Rm. Alip Suwito, PR bertempat di Gria Assisi Bandungan.

-        Kelompok SMK St. Fransiskus Assisi Semarang dan SMK Marganingsih Surakarta dibimbing Rm. L. Agus Merdi Nugroho, PR

-        Kelompok SMA Sedes Semarang dan SMA Marsudirini Muntilan dibimbing Rm. Eduardus Didik, SJ. di Sangkal Putung Klaten

-        Kelompok SMA Sedes Semarang dan SMA Santa Maria Jogyakarta dibimbing Rm. Agung Prihartono, MSF

Agenda berikutnya adalah Kelompok guru SMP pada tanggal 14-16 Agustus 2014. Selamat Retret bapak ibu, Tuhan memberkati.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar