Karnaval SMP Mater Alma

Pagi itu tanggal 18 Agustus 2014 hiruk pikuk seluruh keluarga besar SMP Mater Alma mempersiapkan karnaval untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 69 Republik Indonesia. Ada yang mulai dengan bermakeup biar cantik ada dan ganteng, ada juga yang bermakeup seperti dalam tokoh wayang Sang Punakawan sebagai lambang rakyat yang bersahaja namun punya pengaruh besar dalam pemerintahan. Ada yang mempersiapkan music tradisionalnya yaitu perkusi dan gamelan serta music dari barang –barang bekas seperti botol, ember, gallon, panci, piring, kaleng roti dan lain-lain. Ada yang menghias mobil bak terbuka dengan janur ( daun kelapa muda ) replica bola bumi dengan tulisannya Selamatkan Pancasila Selamatkan Ibu Pertiwi. Semua ambil bagian dalam persiapan ini tanpa kecuali. Sr. M. Christera, OSF sebagai “kepala suku” SMP Mater Alma tidak kalah sibuknya dengan mencari dan mengumpulkan peralatan dan perlengkapan,  termasuk ide-idenya yang cemerlang dengan tulisan-tulisan yang harus dipasang dan diarak  untuk menjadikan pasukan karnavalnya meriah dan penampilan yang berbeda dengan peserta lainnya.

Persiapan peralatan dan peserta semua siap jam 09.00 Bapak Edy sebagai coordinator umum pasukan karnaval berdiri dilapangan untuk glady bersih sebelum pasukan berangkat ke lapangan Panglima Besar Sudirman. “Saya tidak ingin ada yang tertinggal, semua harus baik dan lengkap mari kita sajikan yang terbaik untuk Mater Alma dan Tanah Air yang kita cintai”. Bedugpun mulai dipukul yang kemudian diikuti dengan suara jimbe yang rancak untuk mengiringi lagu-lagu national yang dinyanyikan dengan syahdunya suara siswa-siswi SMP Mater Alma. Pasukanpun berjalan mengelilingi lapangan SMP Mater Alam dengan pembenahan dan penataan disana-sini supaya semua menjadi baik dan rapi, sesuai dengan thema yang sudah ditetapkan panitia serta semua pendukungnya sehingga semua siap dan rapi.

Matahari cerah, langit biru bersih jam dinding yang setia lebih dari satu abad menempel di empat sisi menara Geraja Santo Yusuf berdentang sepuluh kali pasukan karnaval SMP Mater Alma mulai berjalan dengan gagahnya menuju lapangan Panglima Besar Sudirman untuk berkumpul bersama saudara-saudara lain yang dengan semangat dan kegembiraan bersama dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 69 Republik Indonesia. Panasnya sinar matahari dilapangan tidaklah mampu mengalahkan semangat para peserta karnaval yang didukung oleh siswa dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Organisasi kemasyarakatan, Perwakilan Desa, Departemen maupun perusahaan serta kelompok-kelompok kesenian yang ada di Kab. Semarang.

Matahari sudah mulai condong ke barat, waktu saat itu menunjukan jam 13.30. dari arah Barat mobil landcruiser terbuka dengan plat nomor H 1 C meluncur arah tenda panitia. Diatas mobil itu ada penumpang yang dengan menebar senyum khasnya dan melambaikan tanganya kepada semua peserta karnaval, beliau adalah Bapak Mundjirin Bupati Kabupaten Semarang yang akan melepas seluruh peserta karnaval untuk menempuh route dari Lapangan Panglima Besar Jendral Sudirman, Jalan Tambakbaya, Jalan Perumahan Serasi, sepanjang jalan Sudirman dan Polsek Ambarawa sebagai panggung kehormatannya.

Bendera kotak-kotak putih hitam seperti papan catur mengkelebat pasukan merah putih membuka jalan karnaval, yang diikuti peserta dari Sekolah Dasar yang kemudian disusul peserta Sekolah Menengah Pertama. SMP Mater Alma pada urutan ke lima dengan spanduk pengenal jelas terpampang nama sekolah yang dibawa oleh tiga siswa berpakaian putih bersih, pembawa bendera merah putih yang diapit bendera biru SMP Mater Alma dan bendera kuning OSIS. Berikutnya adalah dua guru dengan pakaian karnaval seperti burung merak yang indah dan menjadikan mascot para penonton yang memenuhi dan berjajar disepanjang jalan, diurutan berikut adalah pembawa gunungan sebagai symbol keutuhan dan keseimbagan alam dengan tulisan misi dan visi sekolah SMP Mater Alma yang dikawal  mobil pembawa piramit penyelamatan sumber daya alam dengan iringan music perkusi khas SMP Mater Alma mengiringi lagu lagu perjuangan dan kecintaan terhadap alam. Suasana menjadi terasa segar, gembita penuh semangat disepanjang jalan karnaval. Umbul-umbul kain jumputan dengan warna cerah karya siswa diusung dengan bangganya oleh para pembuatnya. “ Inilah karyaku, aku bangga karyaku sendiri dan ini latihanku menjadi siswa yang mandiri penuh, ide dan inovatif ” pekik pasukan umbul-umbul dengan melepaskan topeng yang dibawanya dan menunjukan jatidirinya dan akan berkembang menjadi dirinya sendiri. Disaut dengan suara gamelan yang dilantungkan dari mobil ke dua dengan lagu lagu daerah, lagu-lagu kerakyatan yang mencerminkan siswa-siswi SMP Mater Alma mencintai budaya sendiri dengan kearifan local yang ada,  replica globe dengan slogan “ Selamatkan Pancasila Selamatkan Ibu Pertiwi “ Para siswa SMP Mater Alma bangga memiliki tanah air yang begitu indah dan kaya serta subur, memiliki Pancasila yang mampu menyatukan Kebinekaan bangsa Indonesia dalam satu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendukung terakhir adalah Punakawan symbol rakyat jelata yang jujur bersahaja namun sangat berpengaruh di pemerintahan itulah rakyat yang sesungguhnya yang tidak mau disuap atau dibeli suaranya sewaktu pemilu dan selalu menjunjung tinggi kegotong royongan dan musyawarah, pasukan pengusaha sejati para petani dengan mbawa hasil bumi Ambarawa yang begitu melimpah ada salak, pisang dan lain-lain, pasukan music dari barang – barang bekas, botol, kaleng, gallon piring, panci rongsok ditabuh dengan manisnya sehingga menjadi komposisi music yang indah. Memang tidak ada yang tidak terpakai jika kita mau mengekploitasi dengan pikiran yang positif.

Dengan jerih payah dan kerja keras semua keluarga besar SMP Mater Alma sehingga meraih juara I karnaval kategori pejalan kaki untuk tingkat Kab. Semarang. Proviciat SMP MATER ALMA. Selalu diatas dalam kondidi apapun seperti bunga teratai yang indah.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar