Roh Jahat[pun tunduk kepada-Nya

1 Kor. 2:10b-16                                                                                                                                                             Selasa 2 September 2014

Luk. 4:31-37

---------------------

Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Renungan

Suster, Ibu, Bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, dari bacaan injill hari ini kita bisa mengetahui kalau setan merasa terusik dan terganggu dengan kehadiran dan kebaikan hati Yesus. Berangkat dari fakta ini ada satu pertanyaan refleksi bagi kita. Adakah kita pernah merasa terganggu saat melihat kebaikan hati orang lain? Pernahkah kita merasa terganggu melihat  kesetiaan, kerajinan dan kesungguhan  orang lain dalam menyelesaikan tugasnya? Jika sikap tersebut ada dalam hati kita, maka kita perlu mawas diri dan bertanya kepada diri kita sendiri, “Roh apakah yang sedang menguasai aku?”  Sangat mungkin roh jahat yang sedang bersinggasana dalam diri kita.

Refleksi bisa kita buat lebih jauh dan lebih dalam lagi. Misal orang kita golongkan menjadi tiga (3) golongan, yaitu golongan orang jahat, golongan orang biasa, dan golongan orang baik. Jika orang jahat merasa terusik melihat perbuatan baik, maka bagi orang biasa perbuatan baik itu akan menjadi inspirasi sekaligus motivasi untuk ikut berbuat baik. Melihat kebaikan ia akan terdorong untuk ikut melakukannya. Sedangkan bagi orang baik, perbuatan baik yang kita lakukan akan menjadi peneguhan bagi dia untuk berbuat kebaikan lebih banyak lagi. Tentu saja sebaliknya juga akan terjadi. Jika kita lebih senang melakukan perbuatan jahat, maka orang baik akan terusik, orang biasa akan terinspirasi dan termotivasi untuk melakukan kejahatan dan orang jahat  akan mendapat peneguhan untuk berbuat lebih banyak kejahatan lagi.

Suster, Ibu, Bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, kehadiran Yesus bukan sekedar mewahyukan kebijaksanaan dan keunggulan dalam memahami dan mengolah persoalan kehidupan. Dia juga mewahyukan kuasa Ilahi yang hadir dan mengalir dari dalam diri-Nya. Setan-setan takluk kepada Yesus yang penuh dengan wibawa dan kuasa. Mereka disuruh diam dan segera pergi setelah dihardik oleh Yesus. Tampaknya inilah satu-satunya cara jitu yang dibuat Yesus untuk mengusir setan itu. Kita pun mampu mengusir setan jika kita punya kuasa dan berani menghardiknya dengan penuh wibawa serta ketegasan. Namun sayang, seringkali kita tak kuasa mengusirnya. Kita tak mampu menolaknya karena kita tak tegas, tak berwibawa dihadapan si jahat itu. Karena itu, bertindaklah dengan tegas sebelum si jahat menguasai.

Maka penting bagi kita saat ini untuk dalam dan bersama rahmat Tuhan kita mohon, biarlah KUASA KASIH ALLAH yang bekerja dan menguasai diri kita. Hanya dengan demikian kita akan dimampukan untuk mengupayakan agar di setiap jejak langkah hidup kita menebarkan aora positif bagi lingkungan kita.  Semoga perbuatan baik yang kita lakukan setiap hari akan memperlihatkan jejak-jejak keindahan yang menggambarkan kemurnian dan kedamaian hati di dalamnya, sebagaimana yang telah ibu Magdalena Daemen teladankan kepada kita. Dikisahkan, sesudah bersusah payah mengusahakan rumah besar yang dibelinya itu menjadi biara, dan setelah ia mempunyai sejumlah pengikut, maka terpikirlah olehnya untuk menaburkan benih rohani dalam hati para pengikutnya yang terbuka supaya tetap bertunas dan menghasilkan bunga indah di taman bunga st Fransiskus dan yang keharumannya menyenangkan Bapa Suci Fransiskus.  Selamat berkarya, berkah Dalem.

Marilah berdoa:

Segala pujian kami haturkan kepada-Mu, ya Allah yang penuh belas kasih. Sertailah hari ini dengan terang Roh Kudus-Mu agar dapat berjalan dengan mantap dalam menapaki peristiwa hidupku sepanjang hari ini. Amin.

Sumbangan dari TK Marsudirini Bekasi

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar