Segera Bangun dan melayani mereka

1Kor. 3:1-9                                                                                                                                                                           Rabu, 3 September 2014

Lukas 4 : 38-44

--------------------

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Ada pun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang itu keluar juga setan-setan sambil berteriak-teriak: “Engkau adalah Anak Allah.”  Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Renungan

Suster, Ibu, Bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, Visi warta keselamatan yang dibawa oleh Yesus adalah keselamatan untuk seluruh umat manusia, tidak melulu untuk kelompok tertentu dan golongan tertentu. Karena itulah Yesus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan keselamatan Allah. Dari bacaan injill hari ini kita mengetahui Yesus berkuasa menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir roh-roh jahat. Betapa mengagumkan karya dan pelayanan-Nya. Orang sakit disembuhkan-Nya dan orang yang kesurupan dilepaskan-Nya dari setan. Yesus mewartakan Injil yang memberikan kesembuhan dan pembebasan bukan hanya kepada orang tertentu saja tetapi kepada semua orang.

Rahasia Yesus sebagai Putra Allah sesungguhnya sudah dinampakkan dalam seluruh karya-Nya. Ia berkuasa menyembuhkan berbagai penyakit dan juga terhadap setan-setan, dan setan pun tunduk atas perintah-Nya. Kalau Yesus berkenan menyembuhkan orang-orang sakit, itu terutama karena tergerak oleh belas kasih-Nya. Orang banyak menaruh harapan untuk kesembuhan yang mereka kasihi kepada Yesus. Dan pada dasarnya mereka  akhirnya sembuh karena mereka menaruh kepercayaannya pada Yesus. Kalau kita beriman kepada Yesus, maka kita percaya bahwa kesembuan hanya ada pada-Nya. Obat yang kita minum, dokter dan perawat yang merawat kita, hanyalah  sarana yang dipakai Yesus untuk menyembuhkan kita.

Pertanyaannya sekarang adalah, “Ketika Anda sakit, apakah Anda sudah meminta kepada Yesus untuk menjamah dan menyembuhkan penyakit kita? Dan apakah Anda percaya penuh bahwa Yesus pasti akan menyembuhkannya? Bagaimana sikap orang-orang sakit yang meminta kesembuhan pada dukun atau para normal? Apakah orang-orang seperti itu memiliki iman?”

 Suster, Ibu, Bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, iman kepercayaan seseorang membutuhkan proses untuk terus bertumbuh dan berkembang. Bagaimana iman kita bertumbuh dan berkembang? Belajar dari ibu Simon dalam bacaan yang kita dengar hari ini, iman berkembang karena pengalaman disembuhkan Yesus. Dengan mengingat Yesus menyembuhkan karena belas kasih-Nya, maka tumbuhnya iman kita sebenarnya karena pengalaman di kasihi Tuhan. Apa pun bentuknya itu. Pengalaman dikasihi Tuhan ini kemudian mendorong ibu Simon untuk bersyukur yang diwujudkan dengan kesediaan untuk melayani orang. Dengan demikian pelayanan kepada orang lain ini sesunguhnya merupakan perwujudan dari keinginan kita untuk membagikan kasih yang sudah kita terima dari Tuhan. Dengan dua hal inilah maka iman kita akan terus bertumbuh dan berkembang. Maka marilah kita membuka diri untuk disapa, dikunjungi dan disembuhkan Tuhan serta memberikan diri untuk pelayanan bagi orang lain.

 

Marilah kita berdoa

Ya Yesus, berilah kami iman, untuk mempercayai Engkau. Sembuhkanlah kami dari segala penyakit, serta berilah kami kesabaran jika kami sedang sakit. Kami juga berdoa  bagi para penderita yang sedang sakit, semoga mereka segera Engkau beri kesembuhan. Amin.

 

Sumbangan dari TK dan SD Marsudirini Bekasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar