MEDITASI MENURUT ST. IGNATIUS LOYOLA

MEDITASI MENURUT ST. IGNATIUS LOYOLA

Sebagian orang beranggapan bahwa doa meditasi dan kontemplasi itu hanyalah untuk para relegius atau hanya dilakukan dalam sebuah retret serius. Sebagian lain beranggapan bahwa metode doa macam ini terlalu rumit dan melelahkan. 

Berdoa meditasi dan kontemplasi pada dasarnya merupakan sebuah metode doa yang sangat kaya dan formatif dalam khasanah spiritualitas kristiani. Lewat metode doa ini, kita diajak untuk selalu menggali misteri hidup Yesus dan juga cara Dia bertindak. Kalau buku-buku popular kristiani selalu senang menyinggung-nyinggung istilah ”WWJD” yaitu “What Would Jesus Do”, maka dalam meditasi dan kontemplasi kita justru diajak untuk merenungkan WWJD secara personal dan dekat lewat permenungan Kitab Suci.

Dalam doa meditasi, “modal” yang dibutuhkan tentunya adalah disposisi doa (keheningan), waktu, dan Kitab Suci. Langkah-langkah meditasi menurut spiritualitas ignasian meliputi:

1. Menenangkan diri dan masuk di hadirat Tuhan

Dimualai dengan menenangkan diri dan menciptakan keheningan . Sadarilah Anda berada di hadpan Tuhan dan mau bertemu secara personal dengan-Nya. Posisi tubuh Anda bisa duduk di atas ursi, duduk bersila atau berlutut, sejauh Anda merasa nyaman dan masih dalam sikap hormat kepada Tuhan sendiri.

2. Ucapkan doa pendahuluan

Doa ini bisa merupkan sebuah “sapaan” kepada Tuhan, sebuah ungkapan ketulusan untuk mau datang di hadapan-Nya, mau mendengarkan dan mau berelasi lebih erat dengan Dia.

3. Membaca perikop Kitab Suci

Setelah doa pendahuluan, bacalah pelan-pelan perikop Kitab Suci yang akan menjadi bahan meditasi Anda. Hendaknya perikop ini sudah disiapkan dan dibaca berkali-kali. Ini artinya bahan meditasi harus dipersiapkan lebih dulu. Setelah membacanya, hadirkanlah diri Anda dalam peristiwa perikop yang And abaca. Lihatlah situasi dan hadirkan imaginasi tentang tempat dan person dalam perikop ke dalam imaginasi/budi Anda. Sebagai contoh, bahan doanya misalnya iKorintus 13:1-13 (tentang iman, harapan dan kasih)

4. Mohon rahmat

Setelah membaca perlahan, mohonkan rahmat yang ingin Anda peroleh dalam doa ini. Misalnya: mohon rahmat untuk bisa merasakan cinta Tuhan dan merespon cinta tersebut, mohon rahmat untuk menyadari dosa dan bertobat, mohon rahmat untuk semakin dekat mengenal Tuhansendiri dll.

5. Meditasi

Anda kembali membaca perikop 1 Kor. 13:1-13 secra perlahan an penuh sikap doa (tenang dan hormat di hadapan Tuhan.) Bila Ada ayat yang menyentuh hati Anda secara mendalam, Anda merasa dikuatkan, mendapat inspirasi hendaknya tetaplah bertahan dan merenungkannya sedalam mungkin. Mengulangi ayatnya sampai Anda bisa meresapkan dan memahami kata-kata itu dalam diri Anda merupakan sebuah aktivitas doa meditasi yang mendalam. Biasanya Anda bisa merasakan kedalaman kata-kata yang ada dan berseru “ya” kepada Tuhan atas kebenaran dan inspirasi yang mendalam di dalamnya serta makna atau pengalaman kongkrit dalam diri Anda yang berkaitan dengan ayat tersebut: Bagaimana hidupku? Apakah aku cukup mencinta dengan rendah hati dan tulus? Apakah aku egois? Pencemburu? Bagaimana kualitas cintaku kepada sesama? Dengan pamrih? Apakah aku rendah hati? Anda bisa merefleksikan kata-kata yang menyentuh Anda secara personal seturut semangat dan keutamaan yang diwartkan Paulus dalam surat Korintus ini. Lakukanlah hal yang sama terhadap ayat=ayat berikutnya. 

6. Bercakap-cakap dengan Tuhan

Setelah merenungkan perikop ini, bercakap-cakaplah dengan Tuhan sendiri. Utarakanlah perasaan dan pengalaman doa Anda, hal-hal yang menggerakkan Anda, inspirasi yang Anda daatkan, perasaan syukur, perasaan malu atau kecewa. Ungkapkan juga niat Anda setelah merasakan pengalaman doa ono, baik bila niat itu merupakan sesuatu yang sederhana dan operasional, artinya realistis untuk diwujudkan.

7. Doa syukur lalu bisa ditutup dengan doa Bapa Kami.

8. Refleksi dan mencatat

Setelah doa selesai, sisihkan waktu sekitar 10 menit untuk merefleksikan jalannya doa: inspirasi dan pengalaman doa apa yang Anda alami? Hal-hal baru apa yang terjadi dalam doa? Catatlah hambatan/tantangan dalam doa yang Anda alami, apa yang memmbuat saya gembira dalam doa? Apa yang membuat Anda sulit berdoa pada saat itu?(jika ada). Jangan lupa mencatat buah-buah doa dan juga niat yang Anda ingin buat.

 

Selamat mencoba, Selamat berdoa.

 

Diambilkan dari pengantar Retret SD Marsudirini BSB, Antonius 2, Xaverius Salatiga bersama Rm. C. Kristiyanto, SJ.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar