Tegorlah dia di bawah empat mata

Yeh. 33:7-9                                                                                                                                                                     Minggu, 7 September 2014

Mat. 18: 15-20

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan itu akan di kabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Renungan

Suster, Ibu, Bapak, dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, setiap hari Minggu kita pasti mendengarkan firman Tuhan. Dalam setiap ekaristi hari minggu pasti disampaikan bacaan pertama, bacaan kedua dan bacaan Injil. Setelah mendengarkan pembacaan firman, kita diajak merenungkan makna firman itu bagi hidup kita melalui homili. Demikian pula halnya  pada hari Minggu ini. Tetapi secara istimewa hari ini gereja merayakannya sebagai Minggu kitab Suci. Bulan September dinyatakan Gereja  sebagai bulan kitab suci. Diharapkan umat baik secara pribadi ataupun kelompok-kelompok kecil mau membaca dan merenungkan Kitab Suci. Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan dalam Kitab Suci, maka kita akan mendapatkan tuntunan hidup yang dapat kita pakai sebagai pegangan dalam menjalani hidup keseharian kita.

Sabda Tuhan hari ini berbicara tentang kasih. Kasih adalah perwujudan seluruh hukum Tuhan. Seluruh peraturan akan menjadi ringan bila ada kasih dalam diri kita. Aturan tidak membebani bila ada kasih. Bacaan injil hari ini mengajarkan tentang kesabaran serta kebijaksanaan dalam memberi nasihat atau menegur seseorang, baik itu teman atau sahabat  yang berbuat salah. “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” Betapa bijaksananya kita, bila menegur saudara, teman, sahabat yang bersalah, di bawah empat mata. Sebab jika demikian yang mengetahui hanyalah dua orang saja, dan mereka pun bisa menjaga rahasia atas permasalahan tersebut. Ini tidak mudah mengingat kecenderungan saat ini dimana orang sangat senang membicarakan kesalahan dan kejelekan orang lain.

Bila semua orang mau berkata aku yang salah, maka dunia akan damai. Sayang sekali yang kerap terjadi adalah pernyataan kamu yang salah, sebab semua orang merasa diri benar. Semua orang cenderung saling menuduh dan menyalahkan. Kalau kita mau mengaku salah, dan kata itu keluar dari sanubari kita, banyak persoalan terselesaikan dengan baik. Banyak kesulitan dan musibah dapat dihindari, banyak kemelut dapat dipadamkan. Mengakui aku salah dan tidak mengulangi lagi, bukanlah sikap orang lemah, bodoh atau frustasi. Justru sebaliknya itu adalah cerminan orang bijak yang berani bertanggung jawab serta siap berubah. Keberanian untuk memaafkan kesalahan orang lain hanya dapat terwujud jika ia berani mengakui kesalahannya.

Menjadi seorang pengikut Kristus merupakan suatu panggilan, panggilan untuk mencintai dan mengasihi Tuhan dan sesama. Hari ini adalah pekan biasa ke 23, Gereja merayakan pesta pelindung santa Regina. Regina di suruh oleh ayahnya supaya menikah dengan gubernur yang masih kafir, namun ia menolaknya. Sang gubernur marah dan  memenjarakannya, mendera dan akhirnya memenggal kepalanya. Regina rela mengalami perlakuan seperti itu karena kasihnya kepada Yesus. Karena kasihnya yang sangat besar, ia dikuatkan untuk mengalami penderitaan dan bahkan mengorbankan nyawanya. Mari kita juga belajar dari Bapa Fransiskus yang mengasihi orang-orang kecil. Ia rela mengorbankan harta bendanya untuk kepentingan orang miskin.  

Marilah kita berdoa :

Ya Yesus, berilah kami keberanian untuk mengakui kesalahan dan berani menunjukkan kesalahan yang dibuat teman, sehingga kami saling mendukung untuk menjadi orang yang berlaku benar dihadapan –Mu dan dihadapan sesama. Amin.

 

Sumbangan dari TK dan SD Marsudirini bekasi.

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar