HOOK (part 5)

HOOK.Dalam terjemahan bebas, hook dapat diartikan dengan menghubungkan atau mengaitkan. Dalam dunia marketing hook diterjemahkan sebagai godaan atau sarana untuk menarik minat atau perhatian konsumen agar mau membeli produk yang ditawarkan. Dalam artian ini maka yang dimaksud dengan hook dalam pengajaran adalah upaya yang dilkukan guru untuk menghubungkan suatu benda dengan materi yang akan dipelajari. Benda yang dipilih sudah semestinya memang dapat dihubungkan dengan materi yang akan diajarkan dan sekaligus dapat menjadi daya tarik bahkan menjadi godaan bagi siswa untuk mau belajar. Dalam hal ini tak dapat dipungkiri Yesus adalah ahlinya. Bahkan bisa dikatakan salah satu kunci kesuksesan pengajaran Yesus adalah kemampuan-Nya dalam memberikan “kaitan” atau “catolan” bagi materi yang akan dajarikan-Nya.

Sebagai contoh akan kita ambil Mat. 18:1-2. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Apa maksud Yesus dengan menempatkan seorang anak kecil di tengah-tengah mereka?

Jawabannya sederhana saja. Siapa sih yang tidak tertarik melihat anak kecil? Kalau Anda tidak mampu tertawa melihat renyahnya tawa seorang anak, kalau Anda tidak merasa gemas melihat pipinya yang tambun dan celotehnya yang tiada henti, kalau Anda tidak jatuh kasihan melihat tangisnya yang melengking, kalau Anda tidak tergerak untuk segera merengkuhnya dalam pelukan melihat bening matanya yang ketakutan, Anda mesti hati-hati dengan perasaan Anda sendiri. Saran saya luangkan waktu untuk melihat seorang anak kecil yang sedang  tidur pulas. Sesungguhnya Anda akan melihat malaikat kecil di hadapan Anda.

Dengan cerdik Yesus menggunakan pesona seorang anak kecil untuk menarik perhatian para murid-Nya. Dengan cerdik pula Yesus menggunakan seorang anak kecil untuk menjawab pertanyaan para murid. Apa yang ada dalam benak kita manakala melihat anak kecil di hadapan kita? Ya secara umum kita akan melihat sifat-sifat berikut:

a)     kejujuran: pada dasarnya anak akan selalu jujur. Dia akan berteriak lapar manakala perutnya keroncongan.

b)     polos: Anak tanpa malu-malu akan merengek bila menginginkan sesuatu.

c)     terbuka: setiap anak akan menyerap seluruh informasi yang didengar, dirasa ataupun dilihatnya.

d)     tergantung pada orang yang lebih dewasa: seorang anak akan segera lari kepada orang tuanya manakala melihat sesuatu yang menakutkannya.

Pengenalan akan sifat-sifat seorang anak kecil inilah yang kiranya menjadi jawaban Yesus. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan  diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.(Mat.18:3-4).

Sifat  anak kecil menjadi catolan untuk menunjukkan syarat menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Hanya mereka yang mau terbuka bagi kehadiran Allah dalam hidup mereka, yang akan masuk sorga. Hanya mereka yang mau menjadikan Yesus sebagai satu-satunya gantungan keselamatan hidup yang akan masuk sorga.

Sebagai guru kita pun dapat mencari cantolan untuk materi yang akan kita ajarkan. Tidak usah berpikir yang sulit. Pada hemat saya yang penting bahwa benda itu sesuatu yang menarik bagi para siswa kita. Sebagai contoh misalnya es balok. Siapa sih yang tidak suka es? Apalagi anak-anak. Pada umumnya mereka sangat menyukai es. Mereka pasti akan tertarik manakala Anda membawa es di hadapan mereka. Pertanyaannya mau kita hubungkan dengan materi apa es balok itu?

Ternyata sangat banyak, misalnya:

  1. Untuk anak kelas 1 SD: hubungkan dengan materi alat indera.
  2. Untuk anak kelas 3 SD: hubungkan dengan materi perubahan wujud, yaitu peristiwa mencair dan membeku.
  3. Untuk anak SMP dan SMA: hubungkan dengan perpindahan kalor

Langkah-langkah untuk materi perpindahan kalor.

Pengantar

  • Pada malam hari, saat tidur kita memakai selimut, apa tujuannya? (supaya badan kita hangat)
  • Kapan es ini mencair? (Jika dipanaskan)
  • Kalau ada dua gelas diisi balok es, satu di biarkan terbuka dan satunya diselimuti, mana yang lebih banyak mencair?

Pengamatan

  • Sebelum pengamatan pastikan jumlah balok es yang ada dalam kedua gelas sama. Pastikan belum ada air dalam gelas.
  • Setelah beberapa saat, kurang lebih lima menit. Tuangkan air (es yang mencair) dari gelas kedalam gelas ukur. Bandingkan banyaknya air yang terbentuk.

Pembahasan

  • Antara fungsi selimut yang menghangatkan dan es yang mencair nampaknya jadi kontradiktif. Jika selimut menghasilkan panas maka tentunya es yang mencair lebih banyak pada gelas yang diselimuti.
  • Penjelasan tentang perpindahan kalor. Kalor akan berpindah baik dengan caara konduksi, konveksi atau radiasi, tempat dari benda bersuhu tinggi ke benda suhu rendah jika ada kontak antara keduanya. Selimut menjadi penghambat bagi kontak antara tubuh kita dengan udara luar. Saat udara luar lebih dingin dari tubuh kita maka panas akan berpindah dari tubuh ke udara di sekitarnya. Dengan memakai selimut maka aliran panas dari tubuh ke udara luar jadi terhambat sehingga badan kita tidak kedinginan. Hal ini terjadi pada es balok. Karena terhambat selimut, panas dari udara luar tidak dapat mengalir ke es. Akibatnya hanya sedikit es yang mencair. Berbeda dengan yang terbuka,maka panas dari udara luar bisa berpindah ke es mengakibatkan es lebih banyak yang mencair.

Pengembangan

Pembelajaran bisa diteruskan untuk mendalami perpindahan kalor secara radiasi. Misalnya dengan menentukan factor yang mempengaruhi besarnya perpindahan kalor secara radiasi.

Demikianlah contoh pemilihan hook yang dapat dilakukan. Selamat mencoba dan menemukan banyak hook yang lain. Semoga semakin menarik pembelajaran yang kita lakukan. Berkah Dalem.

 

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar