Renungan 19-21 desember 2014

Jumat, 19 Desember 2014

Hak. 13:2-7,24-25a

Luk. 1:5-25

----------------------------

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

 

Untuk direnungkan

Ketika Malaikat Gabriel berkata, "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” Kata-kata tersebut tidak mudah dicerna oleh Zakharia.  Baginya itu tidak mungkin karena istrinya sudah tua. Zakharia menggunakan logika dan segala pikiran manusia, sehingga dia tidak percaya apa yang telah dikatakan oleh Malaikat. Dia lupa bahwa kalau Tuhan punya kehendak pasti akan terjadi sehingga  segala sesuatu yang bagi manusia tidak mungkin akan terpatahkan.

Dalam hal percaya akan penyelenggaraan Tuhan,  kita bisa belajar dari sikap Ibu Magdalena Daemen dan Bp. Fransiskus Assisi. Ketika Ibu Magdalena Daemen sedang mengalami kesulitan dia mencoba untuk memasrahkan segala sesuatu yang dihadapi itu dengan mohon rahmat penyelenggaraan Tuhan. Misalnya ketika kesulitan mencari bahan jubah (Habyt) karena tidak ada uang, ia meneladan cara Bapa Fransiskus Assisi ketika ia tidak tahu kemana Tuhan menghendakinya berkarya.  St. Fransiskus terus berjalan  dan memasuki jalan pertama di depannya sebagaimana suara hati membimbingnya. Inilah yang kita sebut iman. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, akan terjadi  oleh Tuhan. Baiklah kalau kita setiap hari selalu bersandar pada Tuhan, pasti Tuhan akan menyelenggarakan. Iman akan terus hidup dan berkembang kalau kita setiap hari mau berdoa, bersyukur, percaya pada penyelenggaraan Tuhan. Tuhan memberkati

Sumbangan dari TK Cor Jessu Semarang

Yesaya 7: 10-14                                                                                                                            Sabtu, 20 Desember 2014

Mz 24: 1-2.3-4b.5-6 R:lh.7c.10.b                                                                                                      Hari Biasa Khusus Adven III

Lukas 1: 1-26

----------------------------------------

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Untuk direnungkan

Beriman berarti menemukan Tuhan sebagai dasar dan tujuan hidupnya, yang kemudian diungkapkan kepada Allah dengan penyerahan diri secara total kepada Allah. Iman merupakan hubungan pribadi dengan Allah dan lahir karena rahmat Allah. Dalam iman inilah manusia bertemu dengan Allah dan rnenyerahkan diri seutuhnya pada sabda-sabda-Nya. Penyerahan diri ini menyangkut kepatuhan akal budi dan kehendak kepada Allah. Seperti halnya hidup ini menjadi konkrit bila diungkapkan dalam tindakan-tindakan nyata. Cinta misalnya. Cinta tanpa perbuatan sesungguhnya omong kosong belaka. Demikian pula halnya dengan beriman, kiranya  akan menjadi konkrit dalam ungkapan nyata sehari-hari. Jadi, iman itu menjadi hidup bukan pertama-tama dalam tindakan keagamaan, tetapi dalam tindakan moral yang merupakan wujud hidup beriman. Bagaimana Maria bisa menjadi teladan iman bagi kita?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat peristiwa pewartaan kabar gembira oleh malaikat Gabriel. Dalam pewartaan kabar gembira, malaikat Gabriel berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Berkat ini berarti "kurnia khusus" yang menunjukan hubungan pribadi bunda Maria dengan Allah yang sedemikian dekat. Allah bersatu dengan Maria. Keadaan penuh rahmat ini adalah anugerah Allah kepada Maria, artinya Allah berkenan kepada Maria.

Meskipun menjadi pilihan Allah, bukan berarti hidupnya tanpa cobaan. Saat mengandung ia telah mengalami penderitaan. Melahirkan di kandang yang sangat sederhana. Menyertai perjalanan Sang Putra yang ditolak di mana-mana. Bahkan pada akhirnya harus menerima jasad Sang Putra dalam pangkuannya. Kesedihan tiada tara harus ditanggungnya. Namun Bunda Maria tetap tabah dan setia. Melalui Bunda Maria kita berdoa agar mendapatkan limpahan berkat untuk tetap setia. Dalam peziarahan hidup kita, dalam menghadapi setiap persoalan, semoga kita tetap bertekun. Biarlah kita boleh berharap iman kita terus bertumbuh dan berkembang.   

Sumbangan dari TK Cor Jessu Semarang

 

2 Sam 7:1-5;8b-12;14a;16                                                                                                                    Minggu, 21 Desember 2014

Lukas 1:26-38

-------------------------------

26Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, 27kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. 28Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 29Maria terkejut mendengar perkataan itu,lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. 30Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah. 31Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. 33Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan   itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. 37Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” 38Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanMu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.

 

Untuk direnungkan

Suster, ibu, bapak dan saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus, hari ini Tuhan mengingatkan kita lewat sabda-Nya, supaya kita belajar dari Bunda Maria yang selalu siap sedia menanti kedatangan Tuhan. Kedatangan Tuhan untuk melawat umat manusia sudah di ambang pintu. Tuhan Yesus hadir lewat peristiwa kelahiran  seorang bayi mungil yang lemah dan tidak berdaya seperti bayi pada umumnya. Peristiwa itu kita beri nama Natal.

Bunda Maria menerima kabar sukacita dari Makaikat Gabriel, bahwa Ia akan mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus. Walau belum bersuami tetapi Bunda Maria percaya karena kata-kata Malaikat Gabriel yang menyampaikan bahwa ia akan dilindungi oleh Allah Yang Maha Tinggi. Roh Allah akan berkarya atas dirinya. Bahkan saudarinya Elisabeth sedang hamil, walau ia sudah tua dan juga mandul. Karena kepercayaan dan keyakinan Bunda Maria akan penyelenggaraan Tuhan atas hidupnya, maka ia  merasa aman. Ia berani menghadapi persoalan yang sangat aneh sekali pun. Ia berani menghadapi resiko yang sangat mungkin akan dihadapinya. Ia berani menghadapi bahaya yang mungkin menghadangnya. Bunda Maria mengungkapkan keyakinan atau imannya akan kebaikan Tuhan dengan penuh kerendahan hati. Ia berkata:” Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut kehendakMu.”

Bunda Maria menunjukan kepada kita jalan menuju keselamatan, yakni selalu siap dan mau menjadi pribadi yang bersedia berubah, rendah hati dan terbuka pada Karya Roh Kudus. Jadilah padaku menurut kehendakMu. Maka bila kita hidup dan berjuang penuh penyerahan diri pada kebaikan Tuhan, maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Kita akan menikmati kebaikan-kebaikan Tuhan dan kita semua bisa dipakai oleh Tuhan untuk menyalurkan kasih Tuhan Yesus lewat perbuatan-perbuatan baik, terpuji dan membahagiakan orang lain.

Deus providebit, Tuhan yang akan menyelenggaraan bukan hanya menjadi semboyan bagi ibu Magdalena Daemen. Tetapi itu sudah merasuki seluruh hidupnya. Maka iapun dikuatkan dalam memnghadapi setiap kesulitan hidup yang ditemuinya. Inilah yang perlu kita perjuangakan dalam hidup kita sendiri. Butuh niat yang teguh untuk itu.  Mari terus kita upayakan.

      Sumbangan TK Martinus dan SD Antonius 1 Semarang

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar