renungan 27-31 desember 2014

Sabtu, 27 Desember 2014

Bacaan I           : 1 Yoh. 1 : 1-4                                                              HARI KE-3 OKTAF NATAL

Mazmur           : 31 :3c-4.6.8a.16b.17;R:6a                        Pesta St. Yohanes, Rasul dan Pengarang I

Bacaan Injil      : Yoh. 20:2- 8                                      

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.

 

Renungan

Suster, ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Cinta kasih merupakan ajaran yang utama dan terutama dari Yesus Sang Guru Sejati. Kekuatan cinta memang sungguh luar biasa. Dalam kehidupan kita, cinta kasih memang sungguh menggairahkan dan menggerakkan, membuat orang yang saling mengasihi selalu gembira dan dinamis dalam kehidupan bersama. Karena cinta kita mampu berdiri tegak meski digoncang berbagai persoalan. Cinta bisa mengalahkan ketakutan. Cinta bisa mengalahkan kemalasan. Cinta bisa mengalahkan keraguan. Karena cinta orang selalu menaruh perhatian. Karena cinta orang mampu berkorban bagi orang yang dicintainya. Karena cinta orang bisa berbuat apa saja.

Yohanes dikenal sebagai murid terkasih.  Sebagai murid terkasih yohanes merasa harus cepat-cepat mencari tahu apa yang terjadi ketika mendengar ada sesuatu yang terjadi pada Yesus yang mengasihinya. Sebagaimana yang kita dengar dalam bacaan injil hari ini, Yohanes lebih cepat sampai di makam Yesus dari pada Petrus. Ia bisa berlari lebih cepat karena ada gelora cinta yang memacu adrenalinnya. Ketika ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung maka Yohanes pun percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kubur.

Hari ini Yohanes telah memberikan teladan bagi kita. Karena cintanya ia bergegas menemui Yesus di kubur. Karena cintanya ia percaya setalah melihat isi kubur yang telah kosong. Karena cintanya kepada yang telah bangkit Yohanes tergrak untuk mewartakan cinta Yesus kepada setiap orang dengan menuliskan dalam injil.   Bagaimanakah denga diri ita sekarang ini? adakah kita sudah percaya bahwa Yesus yang kita cintai sudah bangkit dan kini hidup dan berkarya  melalui RohNya yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Adakah cinta kita sudah menggerakkan kita untuk mewartakan kebaikan-Nya? Maka marilah kita mawas diri: Apakah hidup dan tindakan kita sudah dijiwai oleh cintakasih dalam sepak terjang dan pelayanan kita sehari-hari. Kita harus ingat bahwa diri kita adalah 'buah kasih' atau 'yang terkasih' dari Tuhan melalui kedua orang tua kita. Kita terbentuk,  dapat hidup, dapat tumbuh dan berkembang seperti saat ini karena dan oleh cinta kasih. Sebagai orang tua apakah kita sungguh bisa menjadi teladan dalam hidup saling mengasihi bagi anak-anak yang dianugerahkan Tuhan kepada kita? Sebagai anak akapah kita sungguh berterima kasih dan menghormati orang tua kita dengan penuh cinta? Cinta kasih pertama-tama dan terutama untuk dihayati bukan hanya diomongkan atau didiskusikan. Marilah kita saling berlomba dalam saling mengasihi kepada sesama terutama mereka yang  miskin dan berkekurangan.

Maka marilah kita mohon, Ya Yesus, Engkau sungguh taat kepada Bapa. Ketaatan dan kesetiaan-Mu itulah yang membawa keselamatan bagi kami. Tundukkanlah hidup kami agar tidak menjadi orang yang sombong melainkan menjadi orang yang penuh kasih agar dapat mengasihi sesama selaras rancangan kasih Ilahi-Mu. Amin.

Sumbangan dari SMP Maria Mediatrix Semarang

 

Kej. 15:1-4; 21:1-3                                                                                     Minggu, 28 Desember 2014

Luk 2 : 22-34                                                                 Pesta Keluarga Kudus,Yesus,Maria dan Yosef

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu : Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri?,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

Renungan

Hari ini kita merayakan pesta Keluarga Kudus. Perayaan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup berkeluarga merupakan panggilan yang mulia dan luhur dari Tuhan. Mengapa hidup berkeluarga itu merupakan panggilan yang begitu luhur? Salah satunya adalah karena melalui keluargalah, Tuhan berkarya untuk menciptakan manusia baru. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak’...” (Kej 1:28). Dengan kata lain, keluarga dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk mengambil bagian dalam karya penciptaan-Nya. Setiap orang terlahir di dunia ini melalui sebuah keluarga. Bahkan, Tuhan Yesus pun dilahirkan di dunia ini melalui keluarga Yusuf dan Maria. Tuhan Allah memanggil Maria dan Yusuf untuk membangun keluarga dan mengutus mereka untuk melahirkan, mengasuh, dan mendidik Yesus.

Keluarga Nazaret ini, bukanlah keluarga yang secara manusiawi serba berkecukupan. Bahkan, mereka tergolong miskin. Hal ini tampak dari apa yang mereka persembahkan pada saat pentahiran. Mereka hanya mempersembahkan dua ekor burung tekukur atau dua anak burung merpati (Luk 2:24). Persembahkan ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu. Sebab, keluarga-keluarga yang cukup mampu diminta mempersembahkan seekor kambing atau domba (Im 12:8). Sementara keluarga yang kaya akan mempersembahkan yang lebih mahal lagi, yaitu seekor lembu jantan, masih ditambah lagi tepung dan anggur, seperti yang dilakukan keluarga Elkana dan Hana

Kita bukan keluarga kudus tetapi dengan bercermin diri pada keluarga kudus Nazaret kita punya kemungkinan mendekati kehidupan keluarga kudus Nazaret. Anak-anak adalah anugerah kehidupan yang mesti dijaga, kasih Allah yang berharga yang harus diperhatikan dengan hati. Mereka dapat menjadi sumber kebanggaan, bisa juga menjadi biang malapetaka; bergantung sejauh mana orang tua mendidik dan membekali mereka. Kiranya perayaan hari ini membantu kita menemukan apa saja yang belum kita lakukan buat mereka dan menjadi sumber inspirasi bagi kita bagaimana membuat keluarga kita mendekati kehidupan keluarga kudus Nazaret.

 

Sumbangan dari SMP Maria Mediatrix Semarang

 

Bacaan I : 1 Yoh. 2:3-11                                                                                Senin,29 Desember 2014

Peringatan : St Thomas Becket drCanterpury,St  Kaspar Dei Bufalo, Daud Raja Israel

Injil        : Luk 2:22-35                                                                                        Hari ke 5 Oktaf Natal

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.

 

Renungan

Suster, ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam kristus, pada hari ini kepada kita diketengahkan seorang tokoh bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.Ia yang sungguh menantikan penghiburan sejati kini telah menyaksikan Kanak-Kanak Yesus yang sedang dipersembahkan di bait Allah, maka ia pun memuji Allah serta bersyukur dengan berkata, "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa."

Simeon dengan senang hati telah menyerahkan diri secara total kepada Allah. Ia menyadari akan kebaikan Allah yang telah rela merendahkan diri hadir sebagai manusia seperti kita. Maka ia mempersembahkan hidupnya untuk memberi kesaksian akan hadirnya Sang juru Selamat. Bagaimanakah dengan diri kita saat ini?

Sebagai umat Tuhan kita pun  juga diajak untuk menyadari kebaikan Allah dan terlibat dalam karya keselamatan sesuai dengan situasi dan kondisi kita masing-masing.  Kita juga diajak Tuhan untuk menyambut Sang Juru selamat yang telah lahir agar Ia-pun juga sungguh-sungguh lahir di hati kita dan mampu mewarnai kehidupan kita. Dengan demikian kita pun akan dimampukan untuk memberikan kesaksian sebagaimana telah Simeon teladankan kepada kita.

Maka marilah kita mohon, Tuhan tumbuhkanlah iman kami  kepada-Mu agar kami semakin layak menjadi murid-Mu dan dapat ambil bagian  dalam karya keselamatan-Mu

 

Sumbangan dari SMP Maria Mediatrix Semarang

1 Yoh. 2:12-17                                                                                              Selasa, 30 Desember 2014

Lukas 2: 36-40

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

36 Lagi pula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Kanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan bertambah kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya.

 

Renungan

Suster, ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, melalui injil yang kita dengarkan hari ini, Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus. Berbicara tentang kanak-kanak, akan terbayang tingkah laku anak-anak yang beraneka macam, lucu-lucu tetapi kadang-kadang juga menjengkelkan.  Tak jarang dari bibir kita terucap komentar “anak nakal”. Kenakalan biasanya dinilai sebagai sesuatu yang negatif. Sebenarnya kenakalan seorang anak,  tentu saja masih dalam batas-batas  kewajaran, merupakan indikasi anak tersebut memiliki kelebihan atau kemampuan tetapi mereka belum bisa mengolah ataupun menyalurkan dengan benar. Maka muncullah kenakalan. Dengan pemahaman ini maka sesungguhnya tidaklah bijaksana untuk selalu menyalahkan anak. Pada dasarnya,dengan menyalahkan anak maka kita tidak akan pernah membantu memunculkan potensi, kemampuan atau pun bakat yang dimilikinya.

Surat pertama Santo Yohanes memaparkan perintah yang baru, yang isinya tidak melulu menyalahkan, namun juga memaksimalkan potensi yang ada dalam diri setiap orang. Sebab potensi inilah yang akan memampukan kita semua berkembang. Sebagai mana hana diundang untuk memberikan kesaksian akan hadirnya Sang juru Selamat, maka kita pun diundang untuk mengembangkan setiap potensi yang orang lain miliki. Orang yang mampu membantu mengaktualisasikan potensi yang sesungguhnya dalam diri setiap pribadi adalah seorang nabi karena dia mampu mewartakan kebenaran tentang penciptaan.

 Maka marilah kita mohon, ya Allah, semoga aku tidak mudah menyalahkan tetapi mau membantu orang lain untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dari hari ke hari akupun makin mampu membawa damaiMu bagi sesamaku. Amin. 

 

Sumbangan dari SMP Maria Mediatrix Semarang

 

 

 

1 Yoh 2:18-21                                                                                                           31 Desember 2014

Yoh.  I: 1 – 18.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia,  dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. 

 

Renungan :

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Suster, ibu, bapak dan saudara-sadari yang terkasih dalam Kristus, Natal yang baru saja kita rayakan mengingatkan kita  bahwa Yesus, Sang Terang sejati telah datang dan tinggal bersama kita. Kedatangan Yesus telah menebus dosa kita, membebaskan dari belenggu kegelapan, dan membawa kepada terang. Natal telah membawa suasana yang menyenangkan, membawa suka cita.  Kedatangan Yesus telah membawa kegembiraan bagi mereka yang percaya.

Setiap orang yang menerima kehadiran Yesus juga dijadikan terang.  Maka marilah kita senantiasa menerima Yesus dalam hidup kita.  Menjadikan Yesus sebagai nahkoda kapal kehidupan kita. Menjadikan Yesus penopang hidup kita. sebagai langkah awal marilah mendekatkan diri kepada Yesus Sang Terang Sejati. Marilah kita mohon  agar Yesus berkenan tinggaldalam hati kita. dengan demikian kita akan mendapat kekuatan untuk bisa meneladan Yesus sehingga dapat hidup seturut kehendak Nya. Kita akan dimampukan berbuat kebaikan, senantiasa gembira, dan menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita.

Untuk itu marilah ita memohon, ya Yesus yang baik, bantulah kami agar senantiasa membawai terang dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin 

 

Sumbangan dari SMP Maria Mediatrix Semarang

Selamat Tinggal tahun 2014

Selamat Tahun Baru 2015

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar