Hari Bumi di SMA Sedes Sapientae Semarang

HARI BUMI  DI SMA SEDES SAPIENTIAE SEMARANG

Hari ini bersama dengan umat manusia sedunia SMA Sedes Sapientiae Semarang merayakan hari bumi sedunia. Di Indonesia, peringatan atau perayaan “Hari Bumi” sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat umum. Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati oleh para aktifis peduli lingkungan saja.  Tidak aneh kalau kemudian peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis. Sayangnya perayaan itu masih minim tindak lanjut secara nyata di lapangan.

Di sisi lain, berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Kerusakan lingkungan pada dasarnya disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga.

Sudah sekian waktu dipahami bahwa kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan bumi sebagai sebuah lingkungan hidup bersama. Pendidikan lingkungan hidup salah satunya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran para siswa terhadap planet yang dihuni bersama. Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan secara berkesinambungan. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat dibangun dari peristiwa harian yang mereka alami dan jalani setiap hari.

Atas dasar pertimbangan ini maka perayaan tidak dilakukan dengan upacara atau pun seminar, melainkan dengan tindakan nyata, yaitu bersih-bersih lingkungan. Setelah mendapat pengarahan mengenai tujuan dan maksud dari kegiatan hari ini dari wali kelas, seluruh siswa diajak untuk bersih-bersih lingkungan. Mulai dari ruangan kelas, halaman sekolah, kamar mandi dan WC, hingga lingkungan di luar sekolah.

 Beratnya mbersihin Got

belakang sekolah

 Baunya selokan kamar mandi mampet

 ngumpulin sampah mesti

dipilah agar berfaedah

 menyadari tanamanlah yang

memproduksi 02 untuk kita

Semarang, 22 April 2016

Jarot

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar