Renungan 25 Mei 2016

Rabu , 25  Mei 2016

Bacaan I          : 1 Ptr. 1:18-25

Mazmur          : 147:12-13.14-15.19-20;R:12a

Bacaan Injil    : Mrk. 10:32-45

--------------------------------------------------------

Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit." Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Renungan

Suster, bapak Ibu guru, bapak ibu karyawan dan anak-anakku yang terkasih dalam Kristus selamat pagi, berkah Dalem. Inilah pemberitahuan kedua Sang Guru tentang nasib yang menantikan-Nya di Yerusalem. Ia tidak gentar menghadapi kematian sebab Ia tahu bahwa demikianlah rencana Bapa-Nya. Ia malah mengikut sertakan kedua belas rasul-Nya dalam ziarah ke Yerusalem itu. “Anak manusia akan diserahkan.” kata-nya tegas. Sang Guru akan diserahkan oleh Yudas. Benar Yudas menjadi pengkhianat, namun sesungguhnya Yesus mampu meloloskan diri jika mau. Namun dengan sukarela Yesus menyerahkan diri-Nya karena kasih-Nya kepada manusia. Pada dasarnya, Bapa Surgawilah  yang menyerahkan Anak-Nya supaya semua manusia selamat. Dan dengan melihat salib Yesus, bapa Fransiskus Assisi mengikuti ajaran Yesus Kristus yang tersalib dan hidup seturut sabda Yesus. Sampai akhirnya Bapa Fransiskus Assisi mendapatkan  “Stigmata“. Dan Beliau mengajarkan pertobatan dimana Tuhan Yesus disalib untuk menebus dosa manuasia. Maka marilah kita berani bertobat dan menanggapi kasih Allah itu dengan sempurna.

Inilah misteri kerahiman Allah yang tak terselami: “Dosa manusia mengandung pemberian kasih Allah. Manusia mengkhianati Sang Guru,  tetapi Allah menyerahkan-Nya kembali agar Ia memberi hidup kepada mereka yang membunuh-Nya.

Renungan dari SMA Santa Maria Jogyakarta

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar