Renungan 26 Mei 2016

KAMIS, 26 APRIL 2016

Bacaan I          : 1 Ptr.4:7-13

Mazmur          : 98:10.11-12.13;R:13b

Bacaan Injil    : Mrk.11:11-26

--------------------------------------------------

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalahYesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggilah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memangggil engkau.” Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada  saat itu  juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Renungan

Suster, bapak ibu Guru, dan bapak ibu karyawan, serta anak-anakku terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus selamat pagi, berkah Dalem. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan Paskah Yahudi, di mana Dia sendiri akan disalibkan, Yesus melewati kota Yerikho. Di kota itu, seorang buta bernama Bartimeus berusaha keras untuk menarik perhatian Yesus dengan berteriak keras berkali-kali: “Yesus Putra Daud, kasihanilah aku.” Banyak orang menegurnya, tetapi ia terus saja berteriak memanggil nama Yesus. Namun ia justru berteriak semakin keras. Mendengar itu, Yesus mendekati Bartimeus dan bertanya: “Apakah yang engkau kehendaki Aku perbuat bagimu?“ Bartimeus menjawab: “Rabuni, supaya aku melihat.“ Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada  saat itu  juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Hal yang menarik dalam diri Bartimeus adalah keteguhan hatinya untuk bertemu dengan Yesus walaupun banyak orang menghalanginya.  Hasilnya Yesus mendengarkan dia dan menyembuhkan kebutaannya.Mungkin hal inilah yang kita bisa pelajari dari Bartimeus, yakni keteguhan hati untuk tetap memohon pada Tuhan apa yang kita inginkan. Seperti Bartimeus yang ingin memperoleh kembali penglihatannya, kita juga mesti tahu dengan pasti apa yang kita inginkan dari Tuhan. Kita barangkali mengalami ”buta kenyataan“ yang membuat kita latah dan terperangkap dalam godaan-godaan yang merusakkan citra dan martabat hidup kita. Saat kita terjebak, baru kita sadar bahwa betapa penting memiliki “mata iman, mata pengetahuan  dan mata hati“ yang terang, untuk memahami banyak hal dalam hidup kita. Maka sebaiknya kita selalu tetap berdoa agar Tuhan membuat kita melihat hal-hal yang baik dalam hidup kita. Bapa Fransiskus Assisi juga sudah memberi teladan kepada kita. Dalam sejarah hidupnya beliau berpaling arah 1800, yang dulunya sangat takut kepada orang kusta berbalik arah hidup bersama orang kusta, berbagi kasih serta merawat orang-orang kusta disepanjang akhir hidupnya.

Marilah berdoa, Tuhan, secara fisik aku bukanlah orang buta. Tetapi, secara rohani aku terkadang buta ketika aku tidak sanggup melihat kebutuhan sesamaku. Karena itu Tuhan, kami mohon semoga aku dapat melihat dan tidk buta lagi. Amin.

Renungan dari SMA Santa Maria Jogyakarta

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar